Minggu, 31 Mei 2026

PART #2

Terakhir aku bercerita kalau aku merasa bersalah dengan semua orang, ya itu benar! Kenapa sih, kok bisa sejauh itu aku menaruh hati pada "orang baru" yang masuk ke dalam hidupku? Terlalu klasik kalau aku bilang rasa itu mengalir begitu saja, tapi memang benar begitu adanya 🙃 rasa itu memang tumbuh dengan sendirinya tanpa dipaksa dan dibuat-buat karena aku juga yang membuka hatiku 🥲

Aku akan memulai cerita ini dari memperkenalkan siapa "Pria" yang aku sebut di PART#1.

Pria ini adalah rekan kantor baru ku pada kala itu. Sejak pertama kali berkenalan pun kami biasa saja, aku juga tidak terlalu notice dengan namanya. Sebatas perkenalan basa-basi orang baru di hari pertama bekerja.

Kalau ku ingat-ingat memang lucu sebenarnya, seperti ada yang berbeda dari pria ini. Dari cara dia membuat orang tertawa sampai dengan caranya dia memperhatikan aku. Sangat unik dan menarik 🙃
Jujur, aku mengakui diriku ini adalah orang yang sangat peka. Ketika dia sering memperhatikan ku dengan cara yang berbeda, aku sangat merasakannya. Dia memperhatikan setiap gerak-gerik ku, setiap yang aku lakukan dia selalu melirik. Dan menang benar, setelah sekian lama akhirnya dia mengakui kalau memang dikala itu dia sedang memperhatikan ku. Entah apa yang membuat dia memperhatikanku sampai segitunya dikala itu (?)

Dia selalu punya cara yang berbeda untuk menarik perhatian ku setiap harinya. Padahal sikapku selalu "galak" kepadanya, aku tidak pernah memperlakukan dia dengan manis, karena memang aku merasa itu adalah cara kami "bercanda" sebagai teman kantor. Ya, awalnya memang aku hanya berusaha mengimbangi guyonan rekan-rekan kantorku (mostly bapak-bapak) jadi kami bercanda senatural itu, tapi ternyata itu awal mula petaka 😃 caraku memperlakukan dia terasa semakin menimbulkan adanya perasaan aneh ini. Rasanya seperti kami saling merobohkan tembok besar yang ada didepan kita.

Sampailah disuatu titik, akhirnya kami saling mengakui bahwa ada perasaan yang seharusnya tidak boleh diungkapkan, tapi kami malah mengakui dan saling mengungkapkan perasaan tersebut 🙂 padahal sudah jelas itu tidak boleh diungkapkan! Salahnya, aku terlalu membuka apa yg aku rasakan ini kepada dia.

Kalian pasti akan kaget, sebenarnya dia juga sudah memiliki keluarga dan dia juga mengetahui aku sudah memiliki keluarga tapi kami memilih untuk berterus-terang tentang apa yang kita rasakan. Memang awalnya dia lebih dulu mengakui perasaan tersebut, aku sempat denial tentang perasaan yg aku rasakan ini. Terlalu berbahaya memang dengan perjalananku ini, dan ku akui aku sangat takut untuk menjalankan ini.

Selain itu kami juga memiliki pertanyaan satu sama lain "sebenarnya ada apa dengan kita?"
Dia tau ada yg tidak beres dengan hidupku, dan akupun tau ada yg tidak beres dengan hidupnya.
Karena tidak mungkin dia berani bermain api lebih dulu kalau tidak ada pemicu didalam hidupnya juga.
Mungkin untuk permasalahan dia, tidak akan aku ceritakan disini, cukup aku yg tau kenapa dia seperti ini.

Jelas semakin hari bersama rasanya semakin dalam. Kami seperti memiliki satu sama lain, melengkapi kekosongan yg kami isi bersama, berusaha mengerti satu sama lain tanpa menuntut lebih dari perasaan ini. Kami terus mengatakan bahwa pertemuan kita bukan untuk menghancurkan, terlalu naif memang, berkedok untuk menjaga apa yg sudah dibangun sebelum adanya kami.

Ketakutan demi ketakutan, kekhawatiran demi kekhawatiran, kebahagiaan demi kebahagiaan, kesedihan demi kesedihan, kami mulai melewati hari-hari dengan perasaan itu.
Aku mengerti ini adalah sebuah kesalahan besar, apalagi jika terus berlanjut. Secara logika, mudah saja untuk kami saling pergi dan meninggalkan, nyatanya sudah beberapa kali kamu mencoba untuk mundur, namun masih terasa lebih berat untuk dijalani.

Padahal aku pernah menjadi orang yang tersakiti karena kisah orang ketiga, tapi kenapa sekarang aku menjadikan dirikiu seperti orang ketiga? Ironisnya, dia tidak pernah menganggap aku adalah orang ketiga dalam rumah tangganya, entah apa itu cuma kenaifan dia juga sebagai laki-laki yang membutuhkan validasi dari seseorang wanita.

Dia banyak memberikan hal positif untuk hidupku juga, memberi semangat, sedikit mengajariku dan mengingatkanku  perihal agama. Karena dia, akhirnya aku tau apa yang tidak aku dapatkan tapi dia coba berikan.

Sampah ditimbun terlalu lama pasti cepat atau lambat akan tercium bau busuknya, penuh kesadaran aku menjalani hari-hariku ini yang tidak tau sampai dimana akhirnya.
Tapi yang jelas, aku berusaha meyakini bahwa ini hanya sebuah pelampiasan, bukan untuk pilihan yang aku pilih. Jujur, aku seperti menjalani banyak peran dalam hidupku saat ini 🥹 dengan penuh kesadaran menunggu bom waktu kapan semua akan terungkap?

Rasanya terlalu banyak cerita yang terlewat untuk aku ceritakan disini. Semoga segalanya dapat kami selesaikan dengan bijak ☺️
Aaminn. Done PART 002😂🥹

Jumat, 26 Desember 2025

PART #1

Lama banget ya gak nulis disni, padahal kalau aku cek terakhir bikin blog itu tahun 2023 (berarti baru 2 tahun lalu dari aku buat blog hari ini) dan ofcourse, setiap aku kesini berarti ada sesuatu yang ingin aku bagikan tapi tidak bisa aku bagikan kepada orang terdekat ku sekalipun 🥹 dan aku akan tetap menjaga semua ceritaku disini dari orang-orang terdekatku karena aku tidak ingin mereka mengetahui sisi ternyamanku bercerita disini.

Rasanya tuh banyak banget yang mau aku ceritain disini, seperti ada banyak episode yang aku lewatkan untuk aku ceritakan disini. Tentang bagaimana proses menjadi dewasa itu ternyata luar biasa sekali ya (tapi ini versi hidupku) karena setiap proses orang menjadi dewasa itu pasti berbeda, dari masalah yang dihadapi juga pasti berbeda. Bukan bermaksud sok dewasa ya 😂

Dari blog terakhirku itu, aku sudah menceritakan betapa perihnya kejujuran yang aku dapatkan dari dalam rumah tanggaku kalau ternyata suamiku sudah tak cinta lagi (katanya) karena kehadiran orang ketiga. Masalah itu terjadi pada saat usia pernikahan kita yang ke-3, 
Alhamdulillah-nya, aku dan dia berhasil melalui musibah itu sampai dengan hari ini dan percayalah kita sama-sama berusaha sekuat tenaga kok untuk bertahan. Banyak faktor yang membuat kami berusaha untuk bertahan selain anak ya. Walaupun, jujur rasanya tak lagi sama seperti sedia kala 😅 aku akui itu dan mungkin dia juga merasakan hal yang sama namun tidak dinyatakan saja. Tapi kita tetap berjalan sedemikian rupa untuk menciptakan kebahagiaan dirumah kita.

So, kenapa aku ingin menulis hari ini?
Aku merasa, sekarang waktunya "AKU" yang sedang diuji dan ini adalah tahun ke-5 pernikahanku, di mana katanya tahun krusial tahap awal masalah pernikahan 😂
Memang pernikahannya baru 5 tahun, tapi aku sudah 11 tahun bersama dia sampai saat ini. Jadi ya, I think "i know him so much" and i hope "he know me so well".

Sebenernya aku sudah merasa DENIAL 🫩
Aku berusaha tidak membesarkan masalah yang bermulai pada diriku kali ini. Aku gak mau memperkeruh kenyataan yang sudah pait ini, dengan "mencobai cobaan" yang datang pada diriku.
Capek banget rasanya karena terlalu banyak skenario di kepala ku ini sampai aku bingung harus gimana menghadapi masalah kali ini? Tapi aku yakin, masalah yang terjadi sama hidupku ini pasti gak akan melebihi kemampuan aku juga. Jadi aku akan berusaha untuk menyelesaikan ujianku kali ini yang aku mulai.

Mungkin bisa dibilang semua ini berawal karena adanya perasaan "kosong" seperti tidak diakui keberadaanku dan itu semakin lama semakin besar. Hinga aku menyadari perasaan itu akan membahayakan keluarga kecilku ini. Dan aku juga menyadari kekuranganku ini "yang terlalu berperasaan", mungkin dalam arti mudah jatuh hati? tapi aku juga sadar "aku tidak pernah menaruh perasaan dengan sembarangan".

Sudah jelas kan? Artinya, masalah kali ini karena ada kehadiran seseorang untuk aku yang seharusnya tidak aku persilakan masuk ke dalam hidupku.
Salah? Tentu salah, gak sepantasnya aku mempersilakan orang itu untuk masuk lebih dalam di kehidupanku ini. Tapi kenapa aku malah menerimanya untuk masuk kedalam hidupku ini? Aku masih mencari jawabannya.

Capek loh, rasanya pikiran tuh gak pernah berhenti berfikir.
Aku tau, pernikahan itu adalah ibadah seumur hidup. Aku memilih pasanganku karena aku ingin hidup bersama selamanya dengan dia pilihanku. Tapi apa pasanganku berfikir dan merasakan hal yang sama seperti aku? Apakah sebenarnya dia juga memilih aku untuk hidup bersamaku selamanya?

Bisa dibilang aku orang yang overthinking, sangat overthinking!
Sebenernya secara logika masalah rumah tangga seperti ini pasti dialami oleh banyak keluarga diluar sana, plot twist banget sih harusnya. Aku yakin semua orang bisa mengalami hal ini juga jika tidak berusaha mempertahankan komitmen yang dibangun sejak awal dan kurang terbuka satu sama lain untuk menjaga pernikahannya. Bukan bermaksud untuk mencari pembelaan atas kenyataan yang terjadi dalam hidupku ini ya 🥲🙏🏻 tapi perasaan ini akan terasa berat jika kalian mengalaminya juga.

Tapi sampai sejauh ini, aku juga sempat berfikir. Apakah ceritaku 2 tahun lalu itu adalah kondisi di mana saat suamiku merasakan apa yang aku rasakan sekarang? Aku jadi berfikir apakah dia juga merasa kosong? Sampai dia mengatakan tidak ada perasaan lagi denganku?

Aku sadar akan kecilnya imanku sampai terjadi kisah ini. Kalau bahas iman-pun aku merasa sangat sedih dan berkecil hati, tak kuat aku menahan rasanya terkait dengan iman. Walaupun rasanya seperti mencari alasan, tapi nyatanya sebegitu menyedihkan berjalan tanpa petunjuk arah 🥹

Aku merasa sangat bersalah dengan semua orang yang akan tersakiti jika mengetahui perasaanku saat ini.
Aku terus berusaha menutup rapat kisahku ini dalam blog ini dan menantikan jalan apa yang akan kupilih untuk menyelesaikan ujianku. Siapapun yang membaca kisahku ini, aku harap kamu juga dapat membantu aku untuk menutup rapat cerita ini jangan sampai seorangpun tau selain kamu. Karena hanya disini aku bisa bercerita 🙏🏻

#lanjutPART2

Sabtu, 30 September 2023

Believe.

Hati rasanya hancur mengetahui bahwa kamu sudah tak cinta lagi.

Kepada siapa lagi aku bisa bercerita? Hanya kepada Sang Pencipta lah aku bercerita.

Sungguh! Betapa beratnya aku menjalani hari-hari ku sekarang.

Sungguh! Aku sangat menyesali segala perbuatan bodoh yang telah ku perbuat.

Sungguh! Sejujurnya aku tak sanggup dengan keadaan seperti ini.

Hanya bisa bersabar dan menanti kapan kamu akan pulang dan kembali kepadaku.

Begitu sakit hati ini saat kau memperlakukan ku seperti itu.

Apa kamu dapat menyadarinya juga, bahwa sebenarnya ada hati yang terluka selain hatimu?
*Mungkin kamu tidak menyadarinya :')

Sampai kapan kau memperlakukan ku seperti ini? Allah saja maha pengampun, kenapa kita sebagai hamba-Nya tidak dapat saling mengampuni?

Apakah masih ada sedikit saja perasaan-mu untuk-ku?
Apakah kita bisa bersama kembali seperti dahulu?
Apakah kita bisa menjalani kebersamaan ini sampai habisnya waktu?

Mungkin kami hanya dua orang yang belum saling memahami satu dengan yang lain.

Izinkanlah kami untuk dapat memperbaiki semua dosa-dosa kami.

Ku berdoa dan bersujud, sungguh aku ingin segalanya membaik.

Percayalah, yakinlah, Allah telah merencanakan yang terbaik diatas segala permasalah yang terjadi.
Karena ku percaya, sesuatu yang terjadi hari ini adalah kehendak-Nya.

Insyaallah.

Senin, 12 Juni 2017

Ini pilihan :)

Lama rasanya tak jumpa disini.. Berbagi cerita tanpa balasan yang jelas :D menantikan sesuatu yang pada akhirnya dapat diceritakan..

Hari begitu cepat berlalu dimana setiap harinya pasti ada sesuatu yang baru juga untuk segalanya :)

Yang lalu biarlah berlalu dan hal itu akan tetap menjadi sebuah kenangan yang mengisi hari-hariku...
Dan sekarang adalah masa dimana sesuatu yang baru akan dimulai...

Mungkin bagi kerabat yang sudah mengenal dan mengetahui keseharian saya akan tahu kenyataan yang saya rasakan, suatu keadaan dimana saya sudah memutuskan masa depan apa yang akan saya jalani nantinya :) dan menurut pendapat mereka semua itu sangat sulit, karena ini menyangkut soal keyakinan.

Wow... Tentu awalnya saya merasakan dilema yang sangat mendalam... Semua orang pasti akan merasakan hal yang sama ketika berada diposisi saya saat itu.. Hanya mungkin keputusannya saja yang berbeda-beda pada akhirnya :)

Posisi itulah yang membuat saya sangat dilema dalam menentukan pilihan, banyak orang berbicara tentang apa yang saya pilih, ini itu ini itu.. Semua itu hanya pendapat orang saja.. Orang berpendapat tentang saya, dari sesuatu yang baik hingga buruknya. Saya sangat menerimanya apapun pendapat mereka..

Walaupun banyak orang berpendapat, tetap balik lagi ke diri kita masing-masing.. Kita yang menjalani kehidupan untuk diri kita sendiri.. Orang boleh berpendapat sesuai dengan argumen mereka masing-masing, namun bagi saya pilihan untuk hidup saya sudah saya tentukan.. Dan akan menjalaninya dengan penuh ikhlas dan keyakinan penuh..

Segalanya seperti baru 😊 seperti pencarian jati diri hahahah

Ini pilihan..
Ini keyakinan..
Ini keikhlasan..
Ini harapan..
Dan ini tujuannya..

Pilihan atas dasar keyakinan yang dijalani dengan penuh keikhlasan dan harapan akan sesuatu niat yang baik dikemudian hari...
Saya yakin kisah seperti ini bukan hanya terjadi pada saya saja, banyak orang yang menghadapi persoalan seperti ini..

Kita memiliki Allah yang sama..
1 Maha Pencipta dan Yang Maha Kuasa..
Hanya cara penyampaiannya saja yang beragam..
Yakinkan dahulu diri anda, tujuan hidup apa yang anda cari.. Jalani hidup ini dengan benar..

Mohon maaf jika ada yang tidak sependapat dengan curhatan saya.. Karena pandangan setiap pribadi Manusia pastilah berbeda-beda :)

Rabu, 07 Mei 2014

Itu Udah Termasuk Kenangan Loh Sebenernya :')

Kenangan bukan berarti harus dihilangkan bahkan dilupakan. Seharusnya kenangan itu identik dengan sesuatu yang tak akan terlupakan, seperti kenangan baik atau kenangan buruk. Kalian semua pasti punya kenangan kan :) dan sebaiknya kenangan itu dijaga baik-baik, walaupun kenangan buruk sekalipun ya guys. Tapi terserah kalian juga sih, karena menurut gua pribadi, gua gak akan pernah mau hilangin kenangan apa lagi ngelupain sesedih apapun bahkan sebahagia apapun. Setiap pribadi orang memang berbeda-beda kok, jadi cerita gua ini gak usah diambil pusing yah hahahha. Ada juga versi lain yang  bilang kalau kenangan itu gak harus di inget-inget terus, apalagi yang bikin sedih kalo di inget-inget. Versi yang ini ada benernya juga sih menurut gua, karena balik lagi ke pribadi orang itu, menilai sesuatu seperti apa dan bagaimana.

Misalnya bahas kenangan yang buruk atau menyedihkan dulu nih, kenangan buruk itu buat gua bisa dijadiin pegangan kalau hal itu terulang lagi, jadi gua inget kenangan itu dan gak mau ngulangin itu lagi (gak ngulang kesalahan yang sama yah). Nah kalau yang bahagia beda nih, kebalikannya menurut gua. semakin banyak kenangan bahagianya, malah kepingin terulang terus kenangannya. Udah pada bingung yah baca ceritanya :D

Pada intinya sih, sesuatu yang terjadi yang bisa buat kita sedih atau bahagia dijalanin aja. Karena kedua unsur itu gak pernah jauh dari kita kok. Tergantung kita menilai sesuatu itu seperti apa. Jadikan kenangan buruk sebagai pengalaman dan buat kenangan bahagia menjadi kenyataan kembali.

Apa yang udah terjadi kemarin bahkan baru aja terjadi, itu udah termasuk kenangan loh sebenernya :')

Sabtu, 25 Januari 2014

#NOTES

THE BEST QUOTES IN 2013

  
hahahahaha, jangan baca judulnya doang . . . menarik apa engga, pokok'e baca isinya juga dong ! Let's Read.
  • Kamu tau gak sayang, setiap aku makan aku selalu bilang dalam hati "Sayang, makan yahh... aku makan nih...". Setiap aku mau tidur disamping dia, aku selalu bilang "Aku tidur yahh... kamu jangan malem-malem tidurnya...". Meskipun didalam hati . . . Aku selalu inget kamu . . . Dia selalu tanya "Kenapa nangis...?" aku selalu gak bisa jawab... Aku selalu berusaha inget sama kamu... Walaupun harus pake saputangan bau setiap harinya . . . 
  • Kadang, suatu hal... hanya bagus dan indah ditempat asalnya saja... Buat gua "Kaya gini aja udah indah, gak perlu dipindah atau diubah...".
  • Daya imajinasi itu adalah anugerah terkeren yang Tuhan kasih buat kita...! 
  • Orang tegar itu mikir pake "hati" bukan pake "otak".
  • Dia selalu ngomong kamu itu pemikirannya dewasa... Apa seorang dewasa itu harus dapetin sesuatu yang bukan miliknya!!! Kamu harus tau suatu saat kamu bakalan tau rasanya disakitin... KARMA itu berlaku yahh... Aku bersumpah hidup kamu gak bakalan tenang gak bakalan bahagia...
  • Perbedaan itu ada karena setiap jengkalnya akan membuatmu bahagia... Asalkan kita menikmatinya sebagai sebuah anugerah yang Tuhan kasih untuk kita... Aku kamu dia dan mereka adalah perbedaan... Dan salah satunya adalah kebahagiaan... The End
#biarbisadibacaterus
#sampehafalkaloperlu
:D

Jumat, 08 November 2013

hari untukmu \m/

8 November 2013, tentu hari untukmu :')

satu tahun yang lalu kita ada untuk merayakan hari itu, pengorbanan demi bahagia.
yaaa, bahagia yang sempat kita rasakan tahun lalu.
menatap paras manja dengan senyum dan tawamu pada hari itu, membuat aku rindu.
secepat itukah harimu tiba kembali?
kembali tanpa ada kita yang merayakan hari itu?

itu hanya kisah lalu . . .
kisah yang sekarang adalah . . .
harimu tiba, dan bahagiamu tetap bahagiaku kok. #jiah
walau tanpa paras manja senyum tawamu yang kulihat.

intinya.
sama aku atau engganya hari ini, hula-hula teteap ada kok di hari ini.
tapi bingung juga sih kalau tahun depan ternyata hula-hula udah gak diproduksi lagi gimana? hahaha.
selalu lebih baik dari sebelumnya yah, jadi sosok yang kalau bisa lebih kuat dari yang paling kuat dalamsegala hal.
selalu semangat gimanapun, dimanapun, kapanpun, pun pun pun.
jadi ayah yang paling hebat. keepitstrong \m/
#mas

Rabu, 18 September 2013

Teringkas Cerita Semalam

Mendefinisikan sesuatu menggunakan pikiran berbeda dengan mendifinisikan menggunakan hati. Kebanyakan dari kita pasti lebih sering menggunakan pikiran dibandingkan hati; termasuk saya. Kita semua pasti tahu, manusia diciptakan berbeda oleh-Nya untuk memiliki akal budi. Manusia diciptakan dengan akal agar mereka bisa memiliki kemampuan dalam berfikir. Manusia diciptakan dengan budi agar mereka bisa membedakan yang benar dan yang salah. Dan sebagaimana fungsinya, akal dan budi harus bekerjasama untuk menghasilkan pikiran yang sehat; benar.

Suatu ketika saya dihadapkan dengan masalah, saya merasa harus berfikir cepat dan tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Sebisa mungkin saya berfikir bagaimana cara yang dapat mengatasi masalah tersebut. Sampai pada akhirnya saya menemukan cara yg menurut pikiran saya itu adalah hal yang logis, dan pasti benar bagi saya. Ketika pikiran mendapatkan hasil, hati mengeluarkan pendapat. Pendapat yang bertolakbelakang dengan jalan pikiran. Saya menjadi bingung dengan semua itu. Bingung mempertimbangkan manakah yang harus saya lakukan.

Dan saya yakin hal seperti ini dialami semua orang, bukan hanya saya. Banyak juga cerita yang saya dapatkan dari orang-orang mengenai kebingungan antara akal dan budi mereka. Kenyataannya memang itulah kodrat manusia, diciptakan dengan akal dan budi agar mereka bisa menilai bahwa hal sekecil apapun memang perlu dipertimbangkan.

Selogis apapun yang dihasilkan pikiran, kalau itu tidak baik hati pasti berbicara.
1 hal yang diajarkan kepada saya; sehebat apapun manusia dalam berfikir, sesulit apapun kondisi manusia itu, hati lah jawabanya.
Aku yang bingung dengan jawaban hati, berusaha selalu dekat pada-NYA.
#totry

Selasa, 16 Juli 2013

Teruntuk kamu yang diperhatikan :')

Sebenarnya bukan tujuanku untuk menjadi penulis atau apapun itu;sejenisnya. Aku hanyalah orang yang mencari tempat bercerita dimana tak ada yang bisa mendengarkan ceritaku;lantas aku bercerita disini. Tak peduli mereka berkata apa tentangku, yang jelas aku puas dengan cerita yang kubagikan disini, berharap kalian ikut puas karena telah membaca tulisanku, dan sebenarnya itu hanya sekedar basa-basi aja sih, sebagai pembuka diawal cerita.

Banyak sekali cerita yang ingin aku bagikan kepada kalian semua, berhubung aku orang yang malas dan bisa dibilang aku itu orang yang tergantung sama 'mood. Contohnya saja  untuk menulis dan berbagi cerita disini, aku juga perlu mood yang baik;maka itu ceritanya gak banyak-banyak :') Sekarang bukan saat yang tepat untuk membahas keburukan-keburukan lainya yang aku punya, tapi aku mau bahasa salah satu dari keburukanku;kurang menghargai.

Pernah gak sih kamu merasa ada seseorang yang terlalu berlebihan memperhatikanmu? Pernah gak sih kamu merasa kesal karena perhatiannya yang berlebihan itu? Mungkin saat ini aku yang sangat merasakannya;merasa bahawa seseorang terlalu memperhatikanku terlalu berlebihan hingga akhirnya aku kesal. Beliau selalu membuatku merasa kesal karena sifatnya yang terlalu berlebihan itu. Entah makhluk apa yang menggerakan bibirku hingga aku melawannya dan menyakiti hatinya. Begitu cepat mulutku berbicara tanpa berfikir apa akibat dari perkataan yang keluar dari mulutku.

Dia tak pernah membalas kesakitan yang telah aku perbuat padanya, yang sudah jelas seringkali aku menyakitinya. Aku sadar, setiap kata yang sudah ku lontarkan padanya tidaklah bisa ditarik kembali. Sudah terlalu banyak kata-kata yang ku lontarkan hingga membuatnya seperti ini. Dan aku sadar, kata 'maaf tidaklah cukup untuk mengobati rasa sakitnya.

Beliau tak pernah berhenti memperhatikanku walau aku melawannya,
Beliau tak pernah berhenti memperhatikanku walau aku memarahinya,
Beliau tak pernah berhenti memperhatikanku walau aku menyakitinya,
karena Beliau adalah mama :')