Rabu, 18 September 2013

Teringkas Cerita Semalam

Mendefinisikan sesuatu menggunakan pikiran berbeda dengan mendifinisikan menggunakan hati. Kebanyakan dari kita pasti lebih sering menggunakan pikiran dibandingkan hati; termasuk saya. Kita semua pasti tahu, manusia diciptakan berbeda oleh-Nya untuk memiliki akal budi. Manusia diciptakan dengan akal agar mereka bisa memiliki kemampuan dalam berfikir. Manusia diciptakan dengan budi agar mereka bisa membedakan yang benar dan yang salah. Dan sebagaimana fungsinya, akal dan budi harus bekerjasama untuk menghasilkan pikiran yang sehat; benar.

Suatu ketika saya dihadapkan dengan masalah, saya merasa harus berfikir cepat dan tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Sebisa mungkin saya berfikir bagaimana cara yang dapat mengatasi masalah tersebut. Sampai pada akhirnya saya menemukan cara yg menurut pikiran saya itu adalah hal yang logis, dan pasti benar bagi saya. Ketika pikiran mendapatkan hasil, hati mengeluarkan pendapat. Pendapat yang bertolakbelakang dengan jalan pikiran. Saya menjadi bingung dengan semua itu. Bingung mempertimbangkan manakah yang harus saya lakukan.

Dan saya yakin hal seperti ini dialami semua orang, bukan hanya saya. Banyak juga cerita yang saya dapatkan dari orang-orang mengenai kebingungan antara akal dan budi mereka. Kenyataannya memang itulah kodrat manusia, diciptakan dengan akal dan budi agar mereka bisa menilai bahwa hal sekecil apapun memang perlu dipertimbangkan.

Selogis apapun yang dihasilkan pikiran, kalau itu tidak baik hati pasti berbicara.
1 hal yang diajarkan kepada saya; sehebat apapun manusia dalam berfikir, sesulit apapun kondisi manusia itu, hati lah jawabanya.
Aku yang bingung dengan jawaban hati, berusaha selalu dekat pada-NYA.
#totry

Tidak ada komentar:

Posting Komentar