Sebenarnya bukan tujuanku untuk menjadi penulis atau apapun itu;sejenisnya. Aku hanyalah orang yang mencari tempat bercerita dimana tak ada yang bisa mendengarkan ceritaku;lantas aku bercerita disini. Tak peduli mereka berkata apa tentangku, yang jelas aku puas dengan cerita yang kubagikan disini, berharap kalian ikut puas karena telah membaca tulisanku, dan sebenarnya itu hanya sekedar basa-basi aja sih, sebagai pembuka diawal cerita.
Banyak sekali cerita yang ingin aku bagikan kepada kalian semua, berhubung aku orang yang malas dan bisa dibilang aku itu orang yang tergantung sama 'mood. Contohnya saja untuk menulis dan berbagi cerita disini, aku juga perlu mood yang baik;maka itu ceritanya gak banyak-banyak :') Sekarang bukan saat yang tepat untuk membahas keburukan-keburukan lainya yang aku punya, tapi aku mau bahasa salah satu dari keburukanku;kurang menghargai.
Pernah gak sih kamu merasa ada seseorang yang terlalu berlebihan memperhatikanmu? Pernah gak sih kamu merasa kesal karena perhatiannya yang berlebihan itu? Mungkin saat ini aku yang sangat merasakannya;merasa bahawa seseorang terlalu memperhatikanku terlalu berlebihan hingga akhirnya aku kesal. Beliau selalu membuatku merasa kesal karena sifatnya yang terlalu berlebihan itu. Entah makhluk apa yang menggerakan bibirku hingga aku melawannya dan menyakiti hatinya. Begitu cepat mulutku berbicara tanpa berfikir apa akibat dari perkataan yang keluar dari mulutku.
Dia tak pernah membalas kesakitan yang telah aku perbuat padanya, yang sudah jelas seringkali aku menyakitinya. Aku sadar, setiap kata yang sudah ku lontarkan padanya tidaklah bisa ditarik kembali. Sudah terlalu banyak kata-kata yang ku lontarkan hingga membuatnya seperti ini. Dan aku sadar, kata 'maaf tidaklah cukup untuk mengobati rasa sakitnya.
Beliau tak pernah berhenti memperhatikanku walau aku melawannya,
Beliau tak pernah berhenti memperhatikanku walau aku memarahinya,
Beliau tak pernah berhenti memperhatikanku walau aku menyakitinya,
karena Beliau adalah mama :')
Selasa, 16 Juli 2013
Senin, 01 Juli 2013
Cerita kami tidaklah berakhir #part 1
OKE! :')
Hari ini tepat sekali. Banyak yang update dan mereka bilang bahwa bulan Juni terlalu cepat berlalu, dan banyak sekali kenangan yang tertinggal dibulan Juni. Mungkin itu bagi mereka, tapi tidak bagiku. Karena memang tidak dibulan Juni saja, tapi bulan-bulan sebelumya juga sama saja bagiku. Bahkan lebih banyak kenangannya.
Kenangan? Aku juga mau bahas kenangan nih... Tapi bukan kenangan yang tertinggal loh, melainkan 'kenangan yang tak tertinggal'. (aku pake terus kok)
Kebetulan ada yang protes mengenai isi blog aku, bilangnya sih blog aku isinya galau mulu. Tapi kali ini engga kok...
Oh iya... Aku paling suka kalau bahas tentang dia. Tapi mengenai siapa dia engga aku bahas disini, yang aku bahas itu kenangannya... Kenangan bersama dia.
Dimulai dari perkenalan yang tidak sengaja bagiku, tapi sengaja baginya! Jelas itu sengaja baginya, karena memang dia yang memulai perkenalan itu. Lewat dari sesi perkenalan, tak lupa dengan kenangan hilangnya sendalku. Entah bagaimana kronologinya sehingga sendalku bisa hilang, yang jelas kejadian ini adalah salah faktor yang membuatku merasa lebih akrab dengannya. Mungkin lebih tepatnya dulu sok akrab kali yah? he-he-he.
Tidak terasa menjalani hari demi hari bersamanya, hingga mendatangkan tahun ke tahun sangatlah memberikan cerita bagiku. Tidak hanya bagiku, tapi baginya juga! Sehingga begitu banyak kenangan dalam cerita kami. Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, itulah sedikit kenangan yang mungkin bisa kubagikan bersama kalian saat ini.
Bagiku cerita kami tidaklah berakhir....
yang mungkin akan aku ceritakan dalam jentikan jemariku tanpa berujung walapun aku memberinya titik!
#to be continued :')
Hari ini tepat sekali. Banyak yang update dan mereka bilang bahwa bulan Juni terlalu cepat berlalu, dan banyak sekali kenangan yang tertinggal dibulan Juni. Mungkin itu bagi mereka, tapi tidak bagiku. Karena memang tidak dibulan Juni saja, tapi bulan-bulan sebelumya juga sama saja bagiku. Bahkan lebih banyak kenangannya.
Kenangan? Aku juga mau bahas kenangan nih... Tapi bukan kenangan yang tertinggal loh, melainkan 'kenangan yang tak tertinggal'. (aku pake terus kok)
Kebetulan ada yang protes mengenai isi blog aku, bilangnya sih blog aku isinya galau mulu. Tapi kali ini engga kok...
Oh iya... Aku paling suka kalau bahas tentang dia. Tapi mengenai siapa dia engga aku bahas disini, yang aku bahas itu kenangannya... Kenangan bersama dia.
Dimulai dari perkenalan yang tidak sengaja bagiku, tapi sengaja baginya! Jelas itu sengaja baginya, karena memang dia yang memulai perkenalan itu. Lewat dari sesi perkenalan, tak lupa dengan kenangan hilangnya sendalku. Entah bagaimana kronologinya sehingga sendalku bisa hilang, yang jelas kejadian ini adalah salah faktor yang membuatku merasa lebih akrab dengannya. Mungkin lebih tepatnya dulu sok akrab kali yah? he-he-he.
Tidak terasa menjalani hari demi hari bersamanya, hingga mendatangkan tahun ke tahun sangatlah memberikan cerita bagiku. Tidak hanya bagiku, tapi baginya juga! Sehingga begitu banyak kenangan dalam cerita kami. Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, itulah sedikit kenangan yang mungkin bisa kubagikan bersama kalian saat ini.
Bagiku cerita kami tidaklah berakhir....
yang mungkin akan aku ceritakan dalam jentikan jemariku tanpa berujung walapun aku memberinya titik!
#to be continued :')
Langganan:
Postingan (Atom)