Jumat, 26 Desember 2025

PART #1

Lama banget ya gak nulis disni, padahal kalau aku cek terakhir bikin blog itu tahun 2023 (berarti baru 2 tahun lalu dari aku buat blog hari ini) dan ofcourse, setiap aku kesini berarti ada sesuatu yang ingin aku bagikan tapi tidak bisa aku bagikan kepada orang terdekat ku sekalipun 🥹 dan aku akan tetap menjaga semua ceritaku disini dari orang-orang terdekatku karena aku tidak ingin mereka mengetahui sisi ternyamanku bercerita disini.

Rasanya tuh banyak banget yang mau aku ceritain disini, seperti ada banyak episode yang aku lewatkan untuk aku ceritakan disini. Tentang bagaimana proses menjadi dewasa itu ternyata luar biasa sekali ya (tapi ini versi hidupku) karena setiap proses orang menjadi dewasa itu pasti berbeda, dari masalah yang dihadapi juga pasti berbeda. Bukan bermaksud sok dewasa ya 😂

Dari blog terakhirku itu, aku sudah menceritakan betapa perihnya kejujuran yang aku dapatkan dari dalam rumah tanggaku kalau ternyata suamiku sudah tak cinta lagi (katanya) karena kehadiran orang ketiga. Masalah itu terjadi pada saat usia pernikahan kita yang ke-3, 
Alhamdulillah-nya, aku dan dia berhasil melalui musibah itu sampai dengan hari ini dan percayalah kita sama-sama berusaha sekuat tenaga kok untuk bertahan. Banyak faktor yang membuat kami berusaha untuk bertahan selain anak ya. Walaupun, jujur rasanya tak lagi sama seperti sedia kala 😅 aku akui itu dan mungkin dia juga merasakan hal yang sama namun tidak dinyatakan saja. Tapi kita tetap berjalan sedemikian rupa untuk menciptakan kebahagiaan dirumah kita.

So, kenapa aku ingin menulis hari ini?
Aku merasa, sekarang waktunya "AKU" yang sedang diuji dan ini adalah tahun ke-5 pernikahanku, di mana katanya tahun krusial tahap awal masalah pernikahan 😂
Memang pernikahannya baru 5 tahun, tapi aku sudah 11 tahun bersama dia sampai saat ini. Jadi ya, I think "i know him so much" and i hope "he know me so well".

Sebenernya aku sudah merasa DENIAL 🫩
Aku berusaha tidak membesarkan masalah yang bermulai pada diriku kali ini. Aku gak mau memperkeruh kenyataan yang sudah pait ini, dengan "mencobai cobaan" yang datang pada diriku.
Capek banget rasanya karena terlalu banyak skenario di kepala ku ini sampai aku bingung harus gimana menghadapi masalah kali ini? Tapi aku yakin, masalah yang terjadi sama hidupku ini pasti gak akan melebihi kemampuan aku juga. Jadi aku akan berusaha untuk menyelesaikan ujianku kali ini yang aku mulai.

Mungkin bisa dibilang semua ini berawal karena adanya perasaan "kosong" seperti tidak diakui keberadaanku dan itu semakin lama semakin besar. Hinga aku menyadari perasaan itu akan membahayakan keluarga kecilku ini. Dan aku juga menyadari kekuranganku ini "yang terlalu berperasaan", mungkin dalam arti mudah jatuh hati? tapi aku juga sadar "aku tidak pernah menaruh perasaan dengan sembarangan".

Sudah jelas kan? Artinya, masalah kali ini karena ada kehadiran seseorang untuk aku yang seharusnya tidak aku persilakan masuk ke dalam hidupku.
Salah? Tentu salah, gak sepantasnya aku mempersilakan orang itu untuk masuk lebih dalam di kehidupanku ini. Tapi kenapa aku malah menerimanya untuk masuk kedalam hidupku ini? Aku masih mencari jawabannya.

Capek loh, rasanya pikiran tuh gak pernah berhenti berfikir.
Aku tau, pernikahan itu adalah ibadah seumur hidup. Aku memilih pasanganku karena aku ingin hidup bersama selamanya dengan dia pilihanku. Tapi apa pasanganku berfikir dan merasakan hal yang sama seperti aku? Apakah sebenarnya dia juga memilih aku untuk hidup bersamaku selamanya?

Bisa dibilang aku orang yang overthinking, sangat overthinking!
Sebenernya secara logika masalah rumah tangga seperti ini pasti dialami oleh banyak keluarga diluar sana, plot twist banget sih harusnya. Aku yakin semua orang bisa mengalami hal ini juga jika tidak berusaha mempertahankan komitmen yang dibangun sejak awal dan kurang terbuka satu sama lain untuk menjaga pernikahannya. Bukan bermaksud untuk mencari pembelaan atas kenyataan yang terjadi dalam hidupku ini ya 🥲🙏🏻 tapi perasaan ini akan terasa berat jika kalian mengalaminya juga.

Tapi sampai sejauh ini, aku juga sempat berfikir. Apakah ceritaku 2 tahun lalu itu adalah kondisi di mana saat suamiku merasakan apa yang aku rasakan sekarang? Aku jadi berfikir apakah dia juga merasa kosong? Sampai dia mengatakan tidak ada perasaan lagi denganku?

Aku sadar akan kecilnya imanku sampai terjadi kisah ini. Kalau bahas iman-pun aku merasa sangat sedih dan berkecil hati, tak kuat aku menahan rasanya terkait dengan iman. Walaupun rasanya seperti mencari alasan, tapi nyatanya sebegitu menyedihkan berjalan tanpa petunjuk arah 🥹

Aku merasa sangat bersalah dengan semua orang yang akan tersakiti jika mengetahui perasaanku saat ini.
Aku terus berusaha menutup rapat kisahku ini dalam blog ini dan menantikan jalan apa yang akan kupilih untuk menyelesaikan ujianku. Siapapun yang membaca kisahku ini, aku harap kamu juga dapat membantu aku untuk menutup rapat cerita ini jangan sampai seorangpun tau selain kamu. Karena hanya disini aku bisa bercerita 🙏🏻

#lanjutPART2

1 komentar:

  1. Mana part 2 nya ndo, udah 5 bulan ini woi ah.. sikat.. abis itu mau mas ceramahin hehehehe.

    BalasHapus